Selasa, 25 September 2012

Fakta Menanam




Mari berbagi fakta seputar menanam di sini. Hubungi kami jika kamu punya fakta-fakta menarik tentang menanam pohon. 
Fakta-fakta yang didapat selama Green festival 2011






 















Senin, 24 September 2012

Mari Menanam Untuk Bumi Kita

Efek pemanasan global sudah semakin parah. Mari kita ikut menanam tanaman. Agar bumi kita semakin HIJAU
setiap pembelian 24 botol pupuk Top G2 berhadiah bibit tanaman yang akan dipilih secara acak

Untuk melihat testimoni: klik


Senin, 17 September 2012

Sayangi Bumi: Ayo Tanam Pohon Hari ini


Hari ini, 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day), tahun ini mengusung tema Bersama Melawan Perubahan Iklim (Unite to Combat Climate Change). Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyokong peristiwa ini ?
Banyak orang yang mengeluhkan suhu udara akhir-akhir ini kok semakin panas ? Bahkan kota sejuk di sekitar Jakarta seperti: Bogor, Cianjur (Puncak) dan Bandung, suhu udara di siang hari terasa lebih menyengat dibanding beberapa tahun yang lalu. Apa yang sedang terjadi dengan bumi kita ?

Di kota Jakarta dan Semarang, sudah beberapa kali terkena banjir karena air laut yang meluap masuk ke daratan pantai yang disebut Rob. Pada musim panas tahun 2007 di Arktika dan Greenland, permukaan es mencair mencapai sekitar 19 juta ton, fenomena lainnya pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang sudah berusia 1500 tahun, runtuh dan pecah seluas 414 kilometer persegi. Tentunya kita berharap peristiwa ini tidak berlanjut, karena jika es di kutub bumi semakin banyak yang mencair otomatis permukaan air laut bertambah bisa mencapai hingga 6 m, dan akibatnya banyak pulau kecil dan kota-kota dekat pantai di dunia bisa terhapus dan hilang dari peta dunia, karena tenggelam.
Bumi kita rupanya sedang mengalami peristiwa Pemanasan Global (Global Warming),yaitu keadaan atau proses naiknya suhu pada atmosfer, laut dan permukaan bumi sebagai akibat dari Perubahan Iklim.  Penyebab peristiwa ini, 90 % akibat ulah manusia sendiri yang kegiatannya banyak menyumbang Gas Rumah Kaca seperti CO2 dan Metana. CO2 dihasilkan dari buangan emisi kendaraan motor di dunia sedangkan gas Metana dari limbah peternakan serta tumpukan pembakaran sampah.

Gas Rumah Kaca di atmosfer menangkap radiasi panas dari cahaya matahari yang seharusnya dipantulkan kembali, semakin banyak tumpukan CO2, Metana ditambah NH4, tentunya mengakibatkan suhu semakin panas di bumi.

Ayo, kita Sayangi Bumi agar dampak perubahan iklim bisa ditekan, dengan cara: mengurangi makan daging, agar peternakan di dunia berkurang, karena kebutuhan pakan ternak (kedelai, jagung, gandum) telah melebihi kebutuhan pangan manusia, padahal masih bayak peristiwa kelaparan. Berdasar data PBB industri peternakan dunia adalah penyumbang terbesar Gas Rumah Kaca, yaitu 18% selanjutnya dari buangan emisi kendaraan motor sebesar 13,5%.
Ayo kita Sayangi Bumi, dengan mengurangi polusi pada udara, air dan permukaan bumi.
Ayo kita Sayangi Bumi, dengan kegiatan menggunakan kembali barang (REUSE), mengurangi pemakaian/pembelian/berhemat (REDUCE), men-daur ulang barang(RECYCLE) dan menghargai barang yang dimiliki (RESPECT).
Ayo kita Sayangi Bumi, dengan kegiatan menanam pohon secara bersama-sama(GO GREEN), karena pohon-pohon merupakan pabrik oksigen alami, yang dapat menjadi paru-paru di halaman rumah kita dan lingkungan sekitar.
Sudahkah Anda tanam pohon hari ini ? Saya, tanam dua !


Undip Wajibkan Mahasiswa Baru Tanam Pohon




JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Diponegoro Semarang mewajibkan seluruh mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 untuk membawa bibit pohon yang akan digunakan sebagai upaya penghijauan kawasan kampus tersebut. Suharto menjelaskan, setiap mahasiswa baru tahun ajaran ini memang diwajibkan membawa bibit pohon sebagai bentuk komitmen dalam gerakan penghijauan, terutama dalam komitmen memelihara kampus agar nyaman dan lestari.

Menurutnya, kewajiban membawa bibit pohon itu disosialisasikan untuk menumbuhkan keswadayaan di seluruh kalangan sivitas akademika, termasuk mahasiswa untuk membangun kampus yang nyaman sebagai tempat bekerja dan belajar.

"Tanaman untuk penghijauan ini akan bersama-sama kita tanam pada bulan Oktober mendatang. Pada bulan Agustus-September bukan musim menanam, tetapi memelihara. Karena itu, penanaman bibit pohon ini akan dilakukan secara serentak pada Oktober mendatang agar hasilnya lebih maksimal," kata Rektor Undip, Sudharto P. Hadi, usai upacara penyambutan mahasiswa baru Undip, di Semarang, Senin (27/8/2012).

Sambil menunggu Oktober datang, lanjutnya, bibit-bibit pohon yang telah terkumpul tersebut sementara disimpan di sejumlah tempat, seperti kawasan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dan GOR Undip. Mengenai titik-titik penanaman bibit pohon tersebut, Sudharto mengatakan, masih banyak lokasi di kawasan kampus Undip Tembalang seluas 180 hektar itu yang masih gersang sehingga perlu dihijaukan.

"Misalnya, kawasan samping Masjid Undip, di kampus-kampus diploma 3 (D3) akan ditanami pohon. Yang jelas, beberapa koridor kampus Undip yang selama ini masih gersang akan ditanami pohon agar hijau," katanya.

Bibit pohon yang terkumpul diperkirakan mencapai 11.000 pohon jika dilihat dari total mahasiswa baru tahun ini, mulai dari program doktor, magister, sarjana, hingga diploma, sementara program sarjana ada sekitar 7.000 mahasiswa. Berdasarkan data Undip, jumlah mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 mencapai 11.587 orang, terdiri atas 7.716 mahasiswa program sarjana, 1.660 mahasiswa diploma, sisanya program doktor, magister, spesialis, dan profesi.


Sumber: www.kompas.com
Gunakan Pupuk Top G2, lebih efektif dan efisien, sudah ada ijin dan testimoni sudah banyak

Gerakan Menanam Pohon Untuk Mengurangi Pemanasan Global


Pemanasan global atau lazim disebut global warming merupakan isu yang tidak pernah usai. Pemanasan global mulai hangat dibicarakan dan menjadi sangat fenomenal pada tahun 2008. Pemanasan global adalah keadaan dimana suhu rata-rata permukaan atmosfer, laut, dan daratan bumi mengalami peningkatan. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pemanasan global adalah: 

1. Efek rumah kaca
Sebenarnya, gas-gas seperti uap air, karbon dioksida dan metana diperlukan oleh bumi sebagai penyerap panas matahari. Namun, gas-gas tersebut sudah mencapai jumlah maksimum sehingga seperti memberi efek rumah kaca terhadap bumi yang mengakibatkan panas bumi semakin meningkat. 

2. Ulah manusia
Tak dapat dipungkiri bahwasanya sangat banyak pekerjaan manusia yang menjadi sumber penyebab pemanasan global. Pemakaian listrik yang berlebihan seperti AC (Air Conditioner), asap yang diproduksi oleh pabrik industri dan pemakaian sprei seperti parfum, pengeras rambut dan sebagainya dapat menyebabkan rusaknya atmosfer bumi. Dimana fungsi atmosfer itu sendiri adalah penentu keadaan dan kehidupan di bumi. Yang terpenting dari atmosfer adalah mengatur banyaknya panas matahari yang sampai ke bumi. Oleh karena hal-hal tersebut dapat menyebabkan lapisan atmosfer menipis, akibatnya atmosfer tidak dapat menahan banyaknya panas matahari yang sampai ke bumi.
Sampai saat ini, kita masih merasakan dampak pemanasan global tersebut. Semakin hari, cuaca dan iklim menjadi lebih meningkat. Pemasanasan global ini tidak hanya dirasakan oleh beberapa wilayah negara, tetapi seluruh dunia. Oleh sebab itu disebut pemanasan global. Para ahli klimatologi dan meteorologi meneliti bahwasanya suhu di bumi selalu berubah dan tidak pernah stabil. Pemanasan global membawa dampak buruk bagi makhluk hidup yang mendiami bumi. Beberapa dampak dari pemanasan global adalah:

1. Permukaan air laut naik
Akibat panas berlebihan yang diterima bumi, mengakibatkan es di kutub utara dan kutub selatan mencair. Mencairnya es di kutub tersebut tidak hanya berdampak pada punahnya makhluk hidup yang mendiami habitat tersebut. Tetapi, juga dapat mengakibakan naiknya permukaan air laut. Sehingga para ahli mengkhawatirkan bahwa beberapa wilayah di dunia ini akan tenggelam. Terutama negara yang dekat dengan lepas pantai. Seperti Belanda dan Bangladesh.

2. Suhu global cenderung meningkat
Beberapa wilayah akan mengalami musim hujan yang panjang seperti Kanada. Tetapi wilayah lain akan mengalami panas yang lebih lama juga. Seperti daerah gurun di Afrika. Hal ini dapat mengakibatkan tumbuhan pertanian mengalami gagal panen.

3. Gangguan ekologis
Banyak hewan yang tidak dapat hidup di daerah yang kering dan panas. Sehingga mereka cenderung berpindah ke daerah kutub atau pegunungan. Namun, aktivitas manusia dapat menghambat perpindahan mereka. Hal ini menyebabkan hewan-hewan tersebut mati.
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menghadapi pemanasan global. Beberapa hal yang dapat kita terapkan adalah menghemat penggunaan listrik, air dan kendaraan bermotor, menerapkan reduce, reuse dan recycle, mencari informasi tentang pemanasan global dan melakukan penghijauan.

Penghijauan dilakukan untuk mengurangi karbon dioksida di udara sampai ke atmosfer. Penghijauan sendiri dilakukan dengan menanam pohon terutama pohon yang dapat menyerap karbon dioksida lebih cepat dan banyak. Indonesia telah mencanangkan program one man one tree (satu orang untuk satu pohon) demi menanggapi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi. Presiden Susilo Bambang Yudhono, mendeklarasikan program ini pada Hari Menanam Pohon Nasional, 28 November 2008. Departemen kehutanan juga telah melakukan upaya tersebut. Departemen Kehutanan mengajak seluruh lapisan masyarakat melakukan kegiatan penanaman pohon dengan target sebanyak 79 juta pohon, dan tahun 2008 dengan target sebanyak 100 juta pohon. Realisasinya, target-target tersebut ternyata terlampaui. Pohon yang berhasil ditanam melebihi target yang dicanangkan. Penanaman serentak secara nasional tahun 2007 terealisasi 86,9 juta pohon. Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon tahun 2007 sebanyak 10 juta batang, terealisasi 14,1 juta batang. Gerakan Penanaman Serentak 100 juta pohon tahun 2008 telah terealisasi sebanyak 109 juta batang (lebih dari 100%). Gerakan Perempuan Tanam dan Program Ketahanan Pangan (GPT-PKP) juga terealisasi lebih dari 100% yaitu sebesar 5.083.467 batang dari rencana 5.010.000 batang. Demikian juga kerjasama kemitraan dengan berbagai ormas keagamaan dalam penanaman pohon, telah menanam 700 juta batang pohon. . Mereka juga menurunkan laju deforestasi dan degradasi hutan agar Indonesia tidak semakin kehilangan pohon. Menurut hasil kebijakan yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan, dari 2,83 juta hektar per tahun pada tahun 1999-2000 menjadi 1,08 juta hektar per tahun pada tahun 2000-2006. Pemerintah menargetkan, pada tahun 2009 bangsa Indonesia mampu menanam sebanyak 230 juta batang pohon.

Banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika menanam pohon. Di antaranya; lingkungan menjadi lebih hijua, gas-gas berbahaya yang dapat merusak atmosfer dapat berkurang, dapat menciptakan vegetasi baru untuk makhluk hidup, sumber plasma nutfah dan paru-paru dunia. Sampai sekarang ini, gerakan menanam pohon harus terus dilakukan. Seluruh komponen bangsa diharapkan dapat berpartisipasi dalam program ini. Pertama, kita harus memulainya dari diri sendiri. Kemudian, semakin berkembang dan semakin banyak masyarakat yang ikut melaksanakannya. Program menanam pohon harus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga, dampak pemanasan global dapat segera berkurang. Jika program ini telah banyak disadari arti pentingnya oleh masyarakat, dalam kurun waktu 5-10 tahun, Indonesia akan merasakan negara yang hijau dan cuaca menjadi lebih stabil.


Gunakan Pupuk Top G2, lebih efektif dan efisien, sudah ada ijin dan testimoni sudah banyak